Denting Gitar dari Bonapasogit: Apresiasi untuk Desmon Siburian

oleh -Post Views 10

Oleh: Agus Ismunarno Cakraputra
Wartawan Utama AQUILA Media Group*)

“Tangiang do tu boto, alamo do tu roha.”
Doa naik ke langit, musik turun ke hati.

ADA MUSISI yang hanya memainkan alat musiknya, dan ada musisi yang menghadirkan jiwa di dalam setiap dentingan. Desmon Manappetua Siburian, putra Tapanuli Utara kelahiran 8 September 1991, termasuk dalam golongan kedua: mereka yang bermain bukan untuk didengar semata, tetapi untuk menghidupkan kembali sesuatu dalam diri pendengarnya.

Lahir dari tanah yang melahirkan banyak maestro, Desmon tumbuh dengan disiplin musik yang matang. Ia menempuh S1 Seni Musik di Universitas Negeri Medan (UNIMED) dan lulus cumlaude, sebuah tanda bahwa musik baginya bukan sekadar bakat bawaan, tetapi panggilan hidup yang dikerjakan dengan penuh kesungguhan.

Perjalanan Desmon sempat membawanya bekerja sebagai penata musik di Surabaya dan Jakarta—dua kota besar yang menuntut profesionalitas tingkat tinggi. Namun seperti banyak seniman yang hatinya kembali ke akar, Desmon memilih pulang ke Bonapasogit, mendirikan studio musik gratis untuk anak-anak dan kaum muda kampungnya. Ia kembali bukan karena kehilangan peluang, tetapi karena menemukan panggilan: memuliakan musik di tanah kelahiran.

Talenta yang ia miliki tak hanya gitar. Ia adalah pemain biola yang hadir dalam lagu Batak populer “Tinggal Kenangan”—salah satu bukti bahwa suaranya dalam dunia musik telah lama ikut membentuk keindahan yang dinikmati banyak orang.

Kini, dalam malam-malam sunyi, banyak orang di Nusantara mampir ke live TikTok-nya. Di sana, Desmon tak tampil dengan gemerlap panggung, tetapi dengan kejujuran musik. Petikan gitarnya seperti suara bukit-bukit Tapanuli waktu fajar; melodinya bagai angin Danau Toba yang membawa kenangan pulang.

Setiap nada terdengar seperti doa: lembut, tenang, dan menyembuhkan.

Silaturahmi Lintas Batas

Ia bermain bukan sekadar memamerkan keahlian, tetapi membangun silaturahmi musikal lintas daerah, lintas usia, dan bahkan lintas negara. Orang datang dari berbagai belahan Nusantara dan mancanegara, tidak lain untuk mendengarkan denting yang tak menghakimi dan tak memaksa: denting yang hanya meminta kita diam sejenak… dan merasa.

Di tengah dunia digital yang kadang bising, Desmon Siburian memberi ruang sunyi yang indah.

“Unang lupa muba roham sian jolo.”
Jangan lupakan dari mana hatimu berasal.

Live Tik Tok

Di antara gemerlap dunia digital, ada satu sudut kecil tempat musik disajikan dengan hati yang paling jujur. Jika Anda ingin merasakan kehangatan itu, ingin mendengar denting gitar yang terasa seperti malam di pinggir danau, atau sekadar ingin menemukan ketenangan setelah hiruk pikuk hari…

Anda mungkin tertarik mendengarkan denting gitarnya di live TikTok.
Kunjungi: @DesmonSiburian

Biarkan musik dari Bonapasogit itu menyentuh hati Anda seperti ia telah menyentuh hati banyak orang. Semoga!

*)Penulis adalah Wartawan Utama yang pernah memimpin 7 media terkemuka di 5 Provinsi.

Tinggalkan Balasan