Di tulis oleh : NOVITA
Wartawan Media AQUILA Indonesia
Kepulauan Riau dan Batam
29 September 2026
Batam,aquilaindonesia.com — Tim Terjun Payung Polri yang memperkuat Tim Nasional Indonesia berhasil meraih satu medali emas dan dua medali perak dalam 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026 yang berlangsung pada 17–20 September 2026 di Gedung Soemardhi Simulator Terjun Payung, Wind Tunnel Korbrimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kejuaraan tersebut merupakan FAI Category 1, salah satu ajang penting olahraga dirgantara tingkat Asia. Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah setelah sebelumnya menyelenggarakan kejuaraan FAI pada 1991 dan 1996.
Ketua Komite Terjun Payung PB FASI, Irvan Zuladry, dalam keterangannya pada 28 September 2026 mengatakan, penyelenggaraan kejuaraan FAI memiliki arti penting bagi perkembangan olahraga indoor skydiving Indonesia. Dari sisi prestasi, kejuaraan tersebut dinilai memiliki arti penting sebagaimana kompetisi tingkat Asian Games, meskipun Asian Games merupakan multi-event sementara kejuaraan FAI merupakan single-event.
Tiga Medali untuk Indonesia
Medali emas diraih pada nomor 4 Way Formation Skydiving Open oleh Briptu Ichiko Wuryantoro Putro, Briptu Muhamad Fadhly Nugroho, Bripda Ridwansyah, Bharatu Imam Ramdhan, dan Bharada Muhammad Apriliansyah.
Medali perak pertama diraih pada nomor 4 Way Formation Skydiving Female melalui Brigpol Nur Fauziah Anwari Puteri, Bripda Regina Valeria Sanam, Bripda Imelya Cahya Pramdita, Sertu Tismaenah, dan Sertu Ayu Fitria Handriani.
Medali perak kedua diperoleh pada nomor 4 Way Vertical Formation Skydiving, melalui Briptu Wildan Aditya Nugraha Mukti, Bharatu Husain, Bharatu Kms Aldi, Bharatu David Redonsen, dan Bharada Saidul Mahdi Firja.
Capaian tersebut meningkat dibandingkan keikutsertaan Indonesia pada 1st FAI Asian Indoor Skydiving Championship 2024 di Makau, yang menghasilkan satu medali perak dan satu medali perunggu.
Pada 2026, tim Indonesia juga berhasil mengungguli tim China pada nomor 4 Way Formation Skydiving Open. Menurut Irvan, tim China sebelumnya memiliki catatan sebagai juara dunia pada nomor tersebut.
Pembinaan Atlet Berkelanjutan
Irvan mengatakan prestasi tersebut menjadi bagian dari evaluasi untuk meningkatkan pembinaan atlet Indonesia.
“Ke depan kita akan terus melakukan continuous improvement, baik dari perolehan medali maupun penyelenggaraan. Untuk dua tahun ke depan, kami akan meningkatkan program latihan secara lebih intensif, termasuk mendatangkan pelatih yang memiliki prestasi di tingkat dunia untuk meningkatkan kemampuan atlet,” ujar Irvan.
Ia juga mengapresiasi dukungan pimpinan Polri, khususnya Kapolri, Persatuan Terjun Payung Polri (PTP Polri), dan Korbrimob Polri dalam pembinaan atlet maupun penyelenggaraan kejuaraan.
Kapolri Cup II Jadi Wadah Kompetisi
Selain kejuaraan FAI Asia, Indonesia juga menyelenggarakan International Open Indoor Skydiving Kapolri Cup II Tahun 2026 yang diikuti 382 peserta dalam 156 tim.
Pada Kelas Nasional, tim-tim Polri meraih empat medali emas, lima medali perak, dan lima medali perunggu. Sementara pada Kelas International Open, tim yang tercatat dari unsur Polri meraih tiga medali emas dan satu medali perak, termasuk melalui Polwan Korbrimob Polri dan tim Korbrimob Polri.
Rangkaian kompetisi tersebut menjadi bagian dari perkembangan olahraga indoor skydiving Indonesia. Kapolri Cup II menjadi wadah pembinaan dan kompetisi, sedangkan 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026 menjadi panggung bagi atlet Indonesia untuk membawa nama Merah Putih di tingkat Asia.
Keberhasilan meraih satu emas dan dua perak tersebut sekaligus menjadi catatan prestasi Tim Terjun Payung Polri dalam mendukung pembinaan atlet serta perkembangan olahraga dirgantara Indonesia.
Sumber referensi: Keterangan Ketua Komite Terjun Payung PB FASI, 28 September 2026.
Sumber dokumentasi: Dokumentasi kegiatan.






