AQUILA INDONESIA | RUBRIK SUARA PEREMPUAN
Di tulis oleh : NOVITA
Wartawan Media AQUILA Indonesia
Kepulauan Riau dan Batam
6 Oktober 2026
Jangan menikah hanya karena merasa kesepian.
Sebab kesepian bukan alasan yang cukup untuk menyerahkan seluruh hidup kepada seseorang. Menikah bukan sekadar tentang memiliki teman untuk berbagi malam, tempat bercerita, atau seseorang yang selalu ada ketika hati sedang sepi.
Pernikahan adalah perjalanan panjang. Di dalamnya ada tanggung jawab, kesabaran, komitmen, kesetiaan, pengorbanan, dan kemampuan untuk tetap bertahan ketika keadaan tidak selalu sesuai dengan harapan.
Jangan memilih seseorang hanya karena takut tidur sendirian. Jangan menerima seseorang hanya karena ingin segera mengisi ruang kosong di hati. Sebab ketika rasa sepi sudah pergi, bisa jadi yang tersisa justru pertanyaan: apakah orang yang dipilih benar-benar pasangan yang tepat?
Belajarlah menikmati kesendirian tanpa merasa kehilangan harga diri. Isi hari dengan ibadah, pekerjaan, keluarga, sahabat, karya, dan hal-hal yang membuat hidup memiliki makna.
Karena seseorang yang hadir dalam hidup seharusnya bukan sekadar menjadi obat dari kesepian, melainkan menjadi teman perjalanan yang membuat hidup terasa lebih tenang, bertumbuh, dan dekat kepada Tuhan.
Tidak perlu terburu-buru menikah hanya karena usia, tekanan lingkungan, atau takut disebut terlambat.
Lebih baik sendiri untuk sementara waktu daripada bersama seseorang tetapi merasa sendirian di dalam sebuah pernikahan.
Sebab cinta yang baik bukan datang untuk menyelamatkan seseorang dari kesepian, tetapi hadir sebagai dua manusia yang sama-sama telah belajar mencintai dirinya, kemudian memilih untuk saling menemani.
Jika suatu hari seseorang datang, pastikan bukan karena sedang membutuhkan tempat untuk berlabuh, tetapi karena memang telah yakin bahwa bersamanya adalah pilihan yang ingin diperjuangkan.
Menikahlah karena siap mencintai, bukan karena takut kesepian.
#SuaraPerempuan #PerempuanBijak #Pernikahan #BelajarMencintai #AquilaIndonesia






