Polibatam Kembangkan Kapabilitas Desain IC, Batam Bersiap Jadi Bagian Ekosistem Semikonduktor Nasional

oleh

Di tulis oleh Novita
Wartawan Media AQUILA Indonesia
Kepulauan Riau dan Batam
19 September 2026

BATAM,aquilaindonesia.com — Perkembangan teknologi semikonduktor di Kota Batam terus mendapat perhatian. Politeknik Negeri Batam (Polibatam) menjadi salah satu institusi pendidikan vokasi yang mengembangkan kompetensi di bidang elektronika dan semikonduktor, termasuk desain Integrated Circuit (IC) atau desain sirkuit terpadu.

Kapabilitas tersebut disampaikan langsung oleh Polibatam dalam kunjungan Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) pada 23 Juli 2026. Dalam agenda benchmarking dan diskusi teknis teknologi chip tersebut, Polibatam memaparkan sejumlah kemampuan yang dimiliki, mulai dari IC packaging, manufaktur dan perakitan PCB, pengujian elektronik, desain IC hingga riset teknologi semikonduktor melalui Teaching Factory of Manufacturing Electronics (TFME).

Kemampuan desain IC merupakan bagian penting dalam rantai industri semikonduktor. Dalam proses pengembangan sebuah chip, desain dan simulasi menjadi tahapan yang berbeda dari proses fabrikasi fisik wafer. Karena itu, informasi mengenai kemampuan desain IC Polibatam tidak serta-merta berarti bahwa seluruh proses produksi chip dari desain hingga fabrikasi wafer telah dilakukan sendiri di kampus.

Meski demikian, arah pengembangan Polibatam menunjukkan bahwa Batam sedang dipersiapkan untuk memiliki sumber daya manusia dan fasilitas yang semakin dekat dengan ekosistem industri semikonduktor. Pada Februari 2026, Polibatam juga menggelar IEEE EDS Distinguished Lecture yang membahas On-Chip ESD Protection for ICs, termasuk pendekatan desain ESD dan IC menggunakan teknologi CAD, TCAD dan SPICE.

Pengembangan tersebut mendapat perhatian dari pemerintah dan lembaga terkait. Pada Mei 2026, Kementerian Keuangan melakukan study visit ke Polibatam untuk membahas penguatan sumber daya manusia bagi industri semikonduktor nasional serta melihat fasilitas pendidikan yang mendukung kompetensi elektronika dan teknologi semikonduktor.

Rencana TECXSA

Langkah yang lebih besar terlihat dalam rencana pembangunan Technovation Center of Excellence for Semiconductor and Artificial Intelligence (TECXSA) di Polibatam.

Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) mencatat proyek tersebut dengan status proposed atau masih dalam tahap usulan. Nilai pendanaan yang diusulkan mencapai sekitar US$60,01 juta. Salah satu komponennya adalah pembangunan pusat teknologi yang akan memiliki laboratorium desain semikonduktor.

Dokumen AIIB juga menyebut rencana pengadaan peralatan yang mencakup rantai nilai semikonduktor, mulai dari IC design dan simulation, silicon CMOS wafer fabrication, GaN prototyping, hingga assembly, testing dan metrology. Rencana tersebut juga mencakup pengembangan program pendidikan D4 untuk bidang semiconductor design, semiconductor fabrication dan AI engineering.

Namun, karena proyek TECXSA tersebut masih berstatus proposed, fasilitas dan kemampuan yang tercantum dalam rencana tersebut perlu dibedakan dari fasilitas yang sudah beroperasi saat ini.

Batam dan Masa Depan Industri Chip

Posisi Batam sebagai kawasan industri dan manufaktur elektronik membuat pengembangan kompetensi semikonduktor memiliki kaitan langsung dengan kebutuhan industri.

Polibatam sendiri terus memperluas aktivitas akademik dan riset di bidang tersebut. Dalam agenda International Conference on Applied Engineering (ICAE) 2026, tema yang diangkat adalah Advancing Human-Machine Synergy through Semiconductor and AI Innovation for Sustainable Development, dengan salah satu bidang pembahasan mencakup teknologi mikroelektronika, sirkuit terpadu, perangkat semikonduktor, manufaktur, packaging dan testing.

Dengan demikian, perkembangan Polibatam saat ini dapat dilihat sebagai bagian dari proses membangun talenta, desain, riset, prototyping, packaging dan pengujian yang mendukung ekosistem semikonduktor.

Bagi Batam, perkembangan tersebut bukan sekadar persoalan teknologi. Kehadiran sumber daya manusia yang menguasai teknologi chip dapat menjadi bagian penting dalam hubungan antara perguruan tinggi, industri manufaktur dan pengembangan teknologi nasional.

Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri dan perdagangan. Dengan berkembangnya kompetensi semikonduktor di Polibatam, kota ini juga tengah membangun fondasi untuk mengambil bagian dalam rantai teknologi chip yang semakin strategis.

Sumber:
Politeknik Negeri Batam, 2026; Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), Project Summary TECXSA, 2026.

Tinggalkan Balasan