BATAM TERUS BERBENAH, JALAN MAKIN LEBAR DAN TERTATA

oleh
Dokumentasi Pribadi/Novita Lokasi: Batam, Kepulauan Riau 19 September 2026
Dokumentasi Pribadi/Novita Lokasi: Batam, Kepulauan Riau 19 September 2026

Ditulis oleh Novita
Wartawan Media AQUILA Indonesia
Kepulauan Riau dan Batam
19 September 2026

Batam,aquilaindonesia.com-Batam terus menunjukkan perkembangan sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang dinamis di Kepulauan Riau. Pertumbuhan kawasan industri, perdagangan, jasa, permukiman hingga pariwisata ikut mendorong kebutuhan terhadap infrastruktur jalan yang semakin baik.

Perubahan tersebut terlihat dari berbagai proyek peningkatan dan pelebaran jalan di sejumlah kawasan Batam.

Pada 2026, BP Batam mengerjakan peningkatan Jalan Gajah Mada pada segmen Landing Point Fly Over Sei Ladi menuju Simpang Lalan Madani. Ruas tersebut ditingkatkan menjadi jalan enam lajur, dengan tiga lajur pada masing-masing sisi.

Selain pembangunan fisik, pengguna jalan juga perlu memahami bagaimana tata ruang lajur dan marka jalan diterapkan.

Pada ruas yang menjadi objek dokumentasi, terlihat konfigurasi lima lajur pada satu arah dan lima lajur pada arah berlawanan. Dalam pengaturan tersebut, terdapat dua lajur untuk sepeda motor dan tiga lajur untuk kendaraan roda empat.

Batas antarlajur ditandai dengan marka jalan, termasuk garis berwarna kuning.

Garis kuning utuh atau tidak terputus menjadi penanda bahwa kendaraan tidak diperbolehkan melintasi garis tersebut untuk berpindah ke jalur sebelahnya.

Sementara garis kuning putus-putus, pada bagian yang memang memperbolehkan perpindahan, memberikan ruang bagi kendaraan untuk berganti lajur dengan tetap memperhatikan keselamatan, kondisi lalu lintas dan rambu yang berlaku.

Dengan demikian, pengendara sepeda motor maupun kendaraan roda empat tidak seharusnya berpindah lajur secara sembarangan. Ketika garis pembatas masih utuh, pengendara harus tetap berada di jalurnya. Perpindahan baru dilakukan ketika marka dan kondisi lalu lintas memungkinkan.

Perkembangan Batam juga terlihat dari rencana pembangunan jalan lingkar yang mencakup Lingkar Selatan, Lingkar Utara dan Lingkar Tengah dengan total rencana trase sekitar 43,14 kilometer. Pemerintah juga melakukan peningkatan sejumlah ruas jalan untuk memperkuat konektivitas antarkawasan.

Infrastruktur jalan menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas masyarakat, kawasan industri, perdagangan, pelabuhan, bandara dan pariwisata.

Namun, jalan yang semakin lebar juga membutuhkan kesadaran berlalu lintas yang semakin tinggi.

Semakin banyak lajur bukan berarti semakin bebas berpindah jalur. Justru semakin besar kapasitas jalan, semakin penting pula disiplin membaca marka dan mematuhi rambu.

Batam terus bergerak menjadi kota yang semakin modern dan terkoneksi. Pembangunan infrastruktur menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

Jalan boleh semakin lebar, mobilitas boleh semakin cepat, tetapi keselamatan tetap menjadi tanggung jawab bersama.

 

Sumber Referensi
■- Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), informasi pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan Batam 2026.

■- PTSP BP Batam, informasi progres peningkatan Jalan Landing Point Fly Over–Simpang Lalan Madani.

■- Media Center Pemerintah Kota Batam, informasi pembangunan dan pelebaran jalan Batam 2026.

■- Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 67 Tahun 2018 tentang Marka Jalan.

Tinggalkan Balasan