Kegiatan reses ini dihadiri lima anggota DPRD Babel Dapil Pangkalpinang. Sementara itu, satu anggota dewan lainnya, Monica, berhalangan hadir karena memiliki agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan.
Reses gabungan tersebut turut mengundang jajaran kepala sekolah dan perwakilan guru SMK se-Pangkalpinang, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Babel, serta perwakilan dari sejumlah perguruan tinggi berbasis kesehatan.
Menariknya, DPRD Babel juga menghadirkan Direktur Penempatan Pemerintah dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk memberikan paparan komprehensif terkait peluang kerja bagi tenaga kerja lokal di pasar internasional.
Pertemuan ini difokuskan pada upaya mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang terdidik dan terampil agar mampu bersaing dan ditempatkan bekerja, baik di dalam maupun luar negeri.
Wakil Ketua DPRD Babel, Eddy Iskandar, mengatakan perubahan mindset atau pola pikir mengenai pendidikan vokasi di SMK menjadi kunci utama yang harus dipersiapkan sejak dini.
“Kita harus berani menampilkan potret peluang kerja di luar negeri kepada para siswa dan orang tua sejak awal masuk sekolah. Jadi, ketika orang tua memasukkan anaknya ke SMK, mereka sudah tahu arah dan peluang kerja internasional yang tersedia. Semuanya harus dirancang (by design) sejak awal,” ujar Eddy.
Ia menegaskan, SMK merupakan pendidikan vokasi yang memang dirancang untuk mencetak tenaga terampil yang siap kerja.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, dan BP2MI, kata dia, jalur formal ketenagakerjaan internasional kini sedang dibuka lebar-lebar bagi masyarakat Bangka Belitung.
Selain kesiapan keterampilan, faktor mentalitas dan pemahaman regulasi juga menjadi perhatian penting dalam penempatan tenaga kerja ke luar negeri.
Eddy pun mengimbau masyarakat yang berminat meniti karier di luar negeri agar tidak menggunakan jalur ilegal.
“Kalau mau bekerja ke luar negeri, jangan pernah lewat jalur ilegal. Pemerintah daerah bersama kementerian terkait telah menyiapkan jalur-jalur legal dan resmi yang aman. Perubahan pola pikir (mindset) ke arah yang lebih aman dan terstruktur ini harus kita tanamkan dari sekarang,” tutupnya. (rill/adv)






