Biarlah Palu Hakim Berbicara PART 4: Keagungan Keadilan dalam Perkara Dokter Spesialis Anak, Ratna

oleh

Oleh: Agus Ismunarno Cakraputra
Pemimpin Redaksi AQUILA Media Group

DI PENGADILAN mungkin berdiri ratusan karangan bunga sebagaimana waktu waktu yang lalu.

Di media sosial mungkin bergema ribuan komentar.

Di luar gedung sidang mungkin berkumpul orang-orang yang datang membawa harapan, doa, bahkan kecemasan.

Semua itu adalah denyut dan keindahan negara demokrasi.

Namun ketika majelis hakim memasuki ruang sidang, ada satu suara yang harus lebih nyaring daripada semuanya.

Suara hukum.

Dalam perkara yang menyita perhatian publik, dukungan kepada seorang dokter adalah sesuatu yang dapat dipahami. Solidaritas profesi lahir dari kekhawatiran bahwa pelayanan kesehatan memerlukan perlindungan bagi tenaga medis yang bekerja dengan itikad baik dan sesuai standar profesi.

Di sisi lain, keluarga pasien juga memiliki hak untuk mencari keadilan melalui jalur hukum.

Kedua suara itu sama-sama layak didengar.

Tetapi tidak satu pun boleh menjadi penentu putusan.

Hakim tidak boleh menghukum karena tekanan massa.

Hakim juga tidak boleh membebaskan karena desakan opini.

Palu hakim hanya boleh digerakkan oleh fakta yang terbukti, alat bukti yang sah, hukum yang berlaku, dan hati nurani yang jernih.

Mungkin inilah yang membedakan pengadilan dengan panggung opini.

Di luar ruang sidang, suara dapat saling bersahutan.

Di dalam ruang sidang, yang berbicara adalah hukum.
*
Sejarah mengajarkan bahwa pengadilan memperoleh kehormatannya bukan karena mampu memuaskan semua pihak, melainkan karena berani tetap independen ketika semua pihak berusaha memengaruhinya.

Kisah Nabi Sulaiman menjadi pengingat bahwa seorang hakim memerlukan hikmat.

Namun dalam negara hukum modern, hikmat itu tidak menggantikan alat bukti.

Ia justru menerangi cara hakim membaca alat bukti dengan jujur, objektif, dan penuh tanggung jawab.

Karena itu, doa terbaik bagi majelis hakim bukanlah agar memutus sesuai keinginan kita.

Melainkan agar mereka diberi keberanian untuk memutus sesuai kebenaran yang terungkap di persidangan.

Sebab hanya putusan seperti itulah yang kelak akan menjaga kepercayaan masyarakat kepada hukum.

Dan ketika palu itu diketukkan…

Semoga yang menang bukan dokter.

Bukan pula pasien.

Melainkan keadilan hakiki.

“Semoga kelak sejarah tidak hanya mengingat perkara ini karena vonisnya, tetapi karena dari perkara ini Indonesia belajar lebih menghormati kehidupan, lebih melindungi para penyembuh atau dokter, lebih menguatkan keluarga yang berduka, dan lebih memuliakan keadilan.

Sebab hukum yang agung bukanlah hukum yang selalu memuaskan semua orang, melainkan hukum yang tetap setia kepada kebenaran dan kemanusiaan.”
Semoga🙏

Doa untuk Keadilan

Ya Tuhan,
Anugerahkanlah penghiburan bagi keluarga yang kehilangan.

Anugerahkanlah kekuatan bagi dokter dan mereka yang mengabdi menyelamatkan kehidupan.

Anugerahkanlah kebijaksanaan kepada setiap penyidik, jaksa, penasihat hukum, dan hakim,
agar hanya kebenaran dan keadilan yang memimpin setiap langkah mereka.

Dan anugerahkanlah kepada bangsa Indonesia hati yang semakin mampu menyatukan keadilan dengan belas kasih.

Sebab ketika hukum berjalan bersama hati nurani, di situlah Engkau dimuliakan.
Amin!

#dokter #rumahsakit #anak #pengadilan

Tinggalkan Balasan