EPILOG Air Mata di Ujung Stetoskop dan Palu Hakim

oleh

Oleh: Agus Ismunarno Cakraputra
Pemimpin Redaksi AQUILA Media Group

“Peradaban tidak diukur dari banyaknya perkara yang diputus, melainkan dari kemampuan sebuah bangsa mengubah luka menjadi hikmat, keadilan menjadi harapan, dan air mata menjadi kasih.”

PADA akhirnya…

Kita semua akan meninggalkan ruang pengadilan ini sesudah hari ini, Senin 20 Juli 2026, Majelis Hakim mengayunkan Palu Keadilannya di Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Babel.

Dokter akan kembali mengenakan jas putihnya.

Perawat akan kembali berjaga sepanjang malam.

Hakim akan berpindah ke perkara berikutnya.

Jaksa dan penasihat hukum akan membuka berkas baru.

Media akan mengejar berita yang lain.

Namun bagi keluarga yang kehilangan orang yang dicintai, waktu tidak pernah benar-benar kembali seperti semula.

Begitu pula bagi seorang dokter yang pernah duduk di kursi terdakwa, setiap langkah hidupnya akan selalu membawa jejak pengalaman itu.

Karena itu, marilah kita belajar untuk tidak tergesa-gesa menghakimi.

Tidak pula tergesa-gesa membela.

Melainkan belajar mendengar.

Belajar memahami.

Belajar menghormati proses hukum.

Dan belajar percaya bahwa keadilan membutuhkan kesabaran.

Dalam Kitab Suci tertulis:

“Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.” (Mazmur 85:10)

Betapa indahnya bila suatu hari nanti, ayat itu tidak hanya menjadi doa.

Tetapi menjadi kenyataan dalam sistem hukum dan pelayanan kesehatan Indonesia.

Semoga para dokter tetap berani mengobati.

Semoga para pasien tetap percaya untuk berobat.

Semoga keluarga yang berduka memperoleh penghiburan.

Semoga para hakim tetap merdeka dalam menegakkan hukum.

Dan semoga media terus menjadi pelita yang menerangi jalan menuju kebenaran.

Sebab pada akhirnya…

Tuhan tidak akan bertanya berapa banyak perkara yang kita menangkan.

Ia akan bertanya…

Apakah kita telah berlaku adil.

Apakah kita telah mengasihi sesama.

Apakah kita telah menjaga martabat manusia.

Di situlah air mata seorang pasien, seorang dokter, dan seorang hakim bertemu.

Bukan sebagai lawan.

Melainkan sebagai sesama manusia yang sama-sama mencari terang. Semoga!

Ad Maximum,
Cum Amore.
untuk Indonesia,
dengan Kasih

#viral #pangkalpinang #dokter #rumahsakit #adil

Tinggalkan Balasan